Berdoa Semudah Petik Jari?

Friday, March 15, 2013

Assalamualaikum!~

gambar hiasan

DOA

Doa bermaksud 'permintaan' atau 'permohonan'. Dalam konteks Islam, doa bererti memohon atau meminta pertolongan dari Allah s.w.t.  Seperti firman Allah yang bermaksud:


"Mohonlah (mintalah) kamu kepada-Ku, pasti Aku perkenankan (permintaan) kamu itu."
(Surah Al-Mu'minun: ayat 60)


Sebagai umat Islam, wajib kita mengetahui bahawa doa merupakan senjata yang ampuh bagi hamba-hambaNya yang beriman. Ini sesuai dengan sabda Rasulullah s.a.w yang bermaksud:


"Doa adalah senjata orang mukmin, dan tiang agama, serta cahaya langit dan bumi".
 (HR. Hakim dari Ali bin Abi Tholib ra.)

Berdoa bukan sahaja ketika kita berada dalam kesusahan atau ditimpa musibah, namun pengertian doa itu juga membawa maksud kita mengucapkan terima kasih atau mensyukuri di atas segala nikmat yang dikurniakan Allah kepada kita, hamba-hambaNya yang lemah.

Di dalam ibadah solat juga kita berdoa, seperti yang difirmankan Allah s.w.t yang bermaksud:



"Dan janganlah kamu beribadah, kepada selain Allah, yaitu kepada sesuatu yang tidak dapat mendatangkan manfaat kepada engkau dan tidak pula mendatangkan madarat kepada engkau."
(Surah Yunus: ayat 106)

Realiti manusia pada hari ini, berdoa hanya dilakukan apabila manusia ditimpa musibah atau bencana yang memudaratkan kehidupan mereka. Sedangkan kita dituntut berdoa dan memohon kepada Allah s.w.t hatta kita di dalam kesenangan dan kelapangan.

Berdoa juga bukan berfungsi semata-mata hanya untuk memohon perlindungan dari Allah s.w.t dari bencana atau kemudaratan. Kita dituntut berdoa supaya kita sedar bahawa sebagai hamba yang lemah, kita sebenarnya sangat memerlukan pertolongan & keredhaan dari Allah s.w.t. Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud:

"Tiada sesuatu yang paling mulia dalam -pandangan Allah, selain dari berdoa kepada-Nya, sedang kita dalam keadaan lapang."
 (HR. Al-Hakim).


Fungsi Doa.

Doa merupakan unsur paling penting (essential) dalam ibadah. Sesungguhnya, manusia yang banyak berdoa kepadaNya akan dipandang mulia di sisi Allah. Ini bertetapan dengan sabda Rasulullah s.a.w yang bermaksud:

"Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah Ta'ala dibandingkan doa".
 (HR. Ahmad, Bukhori, Tirmidzi dan Nasai) 

  • doa merupakan cerminan tanda kita  menghambakan diri kepada Allah s.w.t,
  • mematuhi perintah Allah s.w.t, yakni firman-Nya: "Berdoalah kamu kepada-Ku, niscaya Aku mengabulkan doamu",
  • pengakuan, bahwa hanya Allah s.w.t Yang Maha Berkuasa dan Maha Berkehendak, sehingga hanya Dia sahajalah yang dapat mengabulkan dan mewujudkan segala keinginan kita.


Teknik Berdoa Yang Betul.

Doa adalah ibadah sebagaimana sabda Rasulullah s.a.w di atas, maka ada beberapa etika yang harus kita tetapkan dalam berdoa. Seperti yang disusunkan oleh Imam Ghazali, Al- Qusyairi dan Imam Nawawi,

  1. Bertaubat sebelum berdoa, lalu menghadapkan diri kepada Allah dengan sungguh-sungguh dan khusyu
  2. Disunnatkan menghadap kiblat.
  3. Seeloknya doa-doa itu diawali dan diakhiri dengan puji-pujian kepada Allah s.w.t.
  4. Mengakui keagungan Allah s.w.t dengan segala kerendahan diri dan hati.
  5. Mengucapkan doa dengan suara yang sedang (tidak keras dan juga tidak berbisik) dan lembut.

"Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sungguh Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." 
(QS. 7/Al-Arofi 55)

 6. Memanjatkannya dengan perasaan takut (tidak akan diterima) dan berharap (untuk   dikabulkan). 

"Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan." 
(QS. 7/Al-A'rof: 56).

 7. Tidak perlu berpantun, dan/atau dengan pengucapan berirama. Cukuplah dengan kata-kata yang baik yang mencerminkan kerendahan kedudukan kita sebagai hamba di hadapan Allah s.w.t , serta sederhana dan tepat mengenai sesuatu yang kita inginkan. Alangkah lebih baik jika kita memanjatkan bacaan-bacaan doa yang telah dicontohkan Muhammad Rasulullah saw. yang kandungan maknanya sesuai dengan kehendak kita juga.

 8. Mengulang doa sampai dua atau tiga kali, yakni doa tentang sesuatu yang kita  memohonkannya kepada Allah s.w.t.

 9.Ditutup dengan bacaan selawat, kemudian dilanjutkan dengan bacaan

"Subhaana robbika robbil izzati aammaa yashifuun. Wasalamun alal-mursaliina walhamdulillaahi robbil alaamiin."

maksud: Maha Suci Allah, Tuhan yang memiliki kebesaran/kesucian dari sifat rendah yang mereka sifatkan. Dan kesejahteraan itu atas segala rasul yang telah diutus Tuhan. Dan puji-pujian hanyalah bagi Allah, Tuhan sekalian alam.

Doa Semudah Bayangkan & Petik Jari?

Di bawah, aku selitkan pendapat dari Ustaz Dr. Zaharuddin Abd Rahman mengenai teknik berdoa yang dipraktikkan oleh beberapa motivator. Kewajaran teguran beliau itu telah pun dijelaskan dengan jelas dan baik. Semoga kita peroleh manfaat darinya.



sumber: fb ustaz

Berdoalah dan mintalah kepada Allah dengan cara yang betul. Sesungguhnya, Allah Maha Mendengar segala doa-doa dan isi hati hamba-hambaNya. Dan mintalah yang baik untuk diri sendiri dan untuk orang lain, jangan pula kita berdoa untuk keburukan orang lain. Wallahualam~


You Might Also Like

2 pengomen comel

  1. Marilah kita selalu berdoa :)

    ReplyDelete
  2. selalu berdoa untuk ibu bapa dan family juga,, :D

    ReplyDelete

Apa kata korang?

DISCLAIMER - Hanimhashim.com merupakan blog peribadi. Segala pendapat yang diluahkan disini adalah berdasarkan dari pengalaman penulis sendiri dan tidak mewakili mana-mana pihak kecuali jika penulis nyatakan namanya di sini. Sebarang perkongsian atau penyebaran apa-apa maklumat dari blog ini samada melalui PRINT SCREEN atau apa saja cara adalah dilarang sama sekali kecuali dengan keizinan tuan punya blog. Tindakan akan diambil sekiranya hak persendirian ini dicabuli. Pendapat penulis tidak semestinya kekal. Terima kasih

Facebook - HanimHashimDotCom

Google+ Followers

COPYRIGHT @ 2016 HANIM HASHIM